NGGUSU WARU DAN MAKNANYA
Dalam setiap wilayah atau daerah pasti memiliki system
kepemimpinan yang dianut,yang sesuai dengan adab budaya local daerah tersebut. Hal
itu di cerminkan oleh kepemimpinan yang ada khususnya di kerajaan bima (kesultanan
Bima) dan system kepemipinan itu dikenal dengan istilah Nggusu Waru.
Dalam hal ini Nggusu
artinya “Etika Kepemimpinan” sedangkan Waru
artinya “Delapan” jadi Nggusu Waru
yang sebenarnya adalah suatu sifat atau karakteristik yang dilahirkan dari
setiap sosok dan menjadi alternative untuk diangkat dan dipilih menduduki
sebuah system kepemimpinan yang ada di Tanah Bima (Dana Mbojo).
Dalam sebuah Penelitiannya (Dra. Mahmuda Fitriyah Za, M.Pd) mengemukakan bahwa “Nggusu Waru merupakan suatu Konsep
Kepemimpinan yang tercipta atas dasar (penyatuan) nilai-nilai agama, sejarah,
dan budaya masyarakat Bima yang terlembaga”
Uraian singkat mengenai Nggusu waru antara lain Yaitu :
1. Dou Ma Maja Labo Dahu di
Ndai Ruma Allahu Ta’ala Labo
Rasul
artinya
orang yang selalu malu, takut dan taat kepada Allah SWT dan RasulNya. Nggusu Waru yang pertama ini menegaskan bahwa rasa Malu dan takut
bukan hanya saja di implementasikan dalam konsep Habluminannas saja melainkan
hubungan habluminnallah juga sangat penting dalam kriteria kepemimpinan.
2. Dou Ma Bae Ade
Artinya orang
yang memiliki kesadaran diri serta kepekaan jiwa. kesadaran diri yang dimaksud
proses mengenali motivasi, pilihan dan kepribadian kita lalu menyadari pengaruh
faktor-faktor tersebut atas penilaian, keputusan dan interaksi kita dengan
orang lain.Kesadaran diartikan juga sebagai
kondisi terjaga atau mampu mengerti apa yang sedang terjadi ( the condition of
being awake or able to understand what is happening).
3. Dou ma mbani labo disa
artinya yang
memiliki sifat berani melakukan perubahan yang lebih positif. Berani (disa)
merupakan karakter yang sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan.
4. Dou malembo ade ro nae saba, yaitu orang
yang lapang dada dan sabar.
5. Dou ma ndinga nggahi rawi
pahu
artinya
orang yang jujur atau Antara pikiran, perkataan dan perbuatan menyatu dalam
satu kesatuan. Harus diyakini dengan hati (kapodaku ba
ade), diucapkan dengan lisan (rentaku ba rera/lera) dan diamalkan dengan
anggota badan (karawiku ba weki/sarumbu).
6. Dou ma taho hid’i
yang artinya
orang yang memiliki kepribadian baik, kuat, berwibawa, dan di anggap cocok untuk
berada di tempat tersebut (Pemimpin)
7. Dou ma d’i woha dou
yang artinya
orang yang selalu merasa terpanggil nuraninya
untuk mau bersilaturahim dan siap mengambil
tanggung jawab di tengah-tengah sosialnya.
8. Dou ma ntau ro wara
Artinya orang yang memiliki kekayaan baik itu secara materi atau Rohaniah. "Tangan
di atas lebih baik dibandingkan tangan dibawah. Begitulah ungkapan rasulullah SAW karena tangan
di atas atau yang memberi lebih utama dari tangan di bawah atau yang menerima. Selain itu kekayaan rohani pun sangat perlu dalam
sebuah konsep kepemimpinan Nggusu Waru “Kaya
bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah
hati yang selalu merasa cukup.
Nggusu waru dalam
pandangan beberapa para Petuah dana mbojo di kenal sebagai sosok yang ada dalam
diri kesultanan bima dan itu di anggap berada di kesultanan bima yang terakhir,
dan ketika orang bima berjalan tidak menggunakan Nggusu waru maka sama halnya
dengan berjalab tanpa Ruh, mending mati. ungkap Damar Damhuji, M.Pd (akademisi)
Ada sebuah
pertanyaan yang sempat saya pertanyakan pada
doctor muda DR. Hermawansyah "Pak doctor Konsep kepemimpinan Nggusu Waru sekarang sudah
mulai terkikis nilai-nilai kebudayaannya khususnya dalam kepemimpinan dana mbojo, kira-kira
Masih relevankah Nggusu waru di Era sekarang atau yang dikenal dengan era Kekinian?
Dalam konsep
kepemimpinan, ada dua model penerapan kepemimpinan yang di implementasikan,
antara lain :
- Konsep kepemimpinan normal structural yaitu system yang berdasarkan aturan konstitusi NKRI.
- Konsep kepemimpinan kultural. Konsep ini merujuk pada azas budaya, agama, adat yang di anut bersama dalam satu ruang lingkup.










Komentar