MEMBANGUN PERUSAHAAN VS MEMBANGUN MANUSIA, MANA YANG LEBIH BAHAGIA ?

Sederet perubahan akan nampak terlihat jika sumber daya manusianya mumpuni. Begitupun sebaliknya, manusia akan memiliki ruang mengekspresikan diri jika sebuah perusahaan menawarkan solusi mengatasi kebutuhan manusia. 

Mana yang lebih bahagia antara membangun perusahaan vs membangun manusia ? Jika disuguhkan pertanyaan seperti ini, tentu akal dan penglihatan akan bekerja ekstra melihat problem yang terjadi, sebab keduanya memiliki peran menentukan kebenaran yang ada. 

Foto bersama usai Launching penyuntingan Film Harapan Secarcik Kertas

Baiklah, mari kita simak. Membangun sebuah perusahaan tentu membutuhkan manusia sebagai pemikir dan pekerja. Keberadaan manusia dengan latar belakang potensi yang berbeda-beda tentu memberi dukungan yang besar terhadap perkembangan suatu perusahaan, apalagi potensi tersebut seiring dengan tujuan dibangunnya sebuah perusahaan. Atau kata lainnya secanggih-canggihnya sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan Jika tidak ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas, maka dapat diperkirakan perusahaan tersebut sulit untuk maju dan berkembang.

Membangun perusahaan hanya akan berdampak pada sekelompok komunitas atau organisasi. Hal itu dapat diperhatikan melalui bentuk kerjasama dan keuntungan untuk pemilik perusahaan serta para karyawan di perusahaan tersebut. 

Sebuah perusahaan jika sudah mencapai titik kesuksesan atau pendapatan yang besar maka para pendaftar sebagai pekerja pada perusahaan tersebut akan berbondong - bondong mengisi ruang kosong tersebut berlandaskan latar belakang potensi dan keahliannya masing-masing serta disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Namun bagaimana misalnya jika sebuah perusahaan mengalami kemerosotan pendapatan hingga berujung pada kebangkrutan..? Bagaimana nasib para manusia ini, jika lahan tempat mengais rezeki harus terputus disini.. 

Maka sebuah kesimpulan ringan yang dapat diangkat dari pentingnya membangun sebuah perusahaan adalah keuntungan jangka pendek saja, berbeda hal dengan membangun manusia. 

Foto// istimewa

Lalu seperti apa pengaruhnya membangun manusia? 

Sumber daya manusia yang mumpuni sudah tentu memberi pengaruh besar yang tak tertandingi bagi perkembangan sebuah perusahaan. Sumber Daya Manusia yang diperlukan itu berupa daya fisik dan daya pikir. Meski suatu perusahaan ditunjang oleh peralatan serba canggih dan memadai, namun jika dikelola oleh SDM yang tidak berkualitas maka semua yang sudah dilakukan akan sia - sia. 

Membangun manusia tak hanya cukup pada tatanan kuantitas semata melainkan kualitas manusianya juga perlu diperhatikan secara baik seperti halnya pola pikir,  strategi, nalar imajinatif, seni, kekuatan pikir dan lain - lainnya. Kompotensi inilah yang patut diperhatikan dan dianggap perlu dalam mengisi ruang - ruang strategis pada sebuah perusahaan. 

Kita bisa melihat perusahaan - perusahaan besar di Indonesia bahkan mancanegara, yang perkembangannya begitu pesat dan membangun cabang dimana-mana.  Hal itu tidak terlepas dari SDM manusia yang ada. 

Ada sebuah komunitas kampus yang bergerak pada bagian kerajinan tangan dan seni. Laskar Bima Craft (LBC) namanya.  

Komunitas yang beralamatkan Kota Bima, tepatnya di kampus hijau STIT Sunan Giri Bima ini memberi ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa yang ingin menyumbangkan minat dan bakatnya di bagian yang dimaksud. 

Pada komunitas ini mahasiswa dan mahasiswi di latih,  dibina,  dan diasah cara berpikirnya dengan melalukan pembinaan kecil-kecilan dengan menggunakan barang bekas dan hasil alam, misalnya kreatifitas dari bambu, yakni membuat gantungan kunci bergambar,  gelas bambu, jam weker 3 in 1 dan beberapa jenis kerajinan lainnya.

Nah, komunitas semacam ini secara tidak langsung memberi ruang kepada pelanjut generasi agar lebih tekun mengasah sumber daya manusia yang dimiliki, artinya manusia tidak hanya menuntut lowongan pekerjaan pada perusahaan yang ada melainkan justru kita lebih ditekankan untuk membuka ruang bagi generasi lain yang nelum sempat berfikir yang sama dengan kita. 

Pada akhirnya, secara seksama kita dapat mengambil sebuah kesimpulan jika membangun potensi manusia lebih baik ketimbang membangun sebuah perusahaan namun SDM yang ada tidak berkualitas. 


"Jangan pernah mengaku bisa tanpa ada dasar untuk mencoba" (flobamora)


Komentar

Postingan Populer