Jika Rindu Karena Jauh, Maka Pertemuan Adalah Obat

"Jika kesedihan muncul karena bercerai_berai, maka kebahagiaan akan timbul karena bersatu padu" ujarku saat berbicara dengan Jumyati, salah seorang sahabatku sejak duduk dibangku sekolah Menengah Atas.


Sedikit mengulas kembali pertemuan (jumpa rindu) mantan_mantan siswa SMA N 1 Donggo Fillial Sangari, di rumah Jum (nama sapaan) kemarin Senin (11/05). Pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua sejak lima tahun yang lalu,perjumpaan yang begitu menarik dan berkesan tuk diceritakan.

Buka bersama di Kediaman Jumyati (Sangari) 

Berawal dari kerinduan yang mendalam dari setiap individu masing_masing, maka timbullah inisiatif agar bagaimana kerinduan tersebut dapat terobati. Nah.. Bagaimana jikalau kita buat acara buka puasa bersama (bukber)?. Satu pertanyaan dari Jum sekaligus saran yang begitu menjanjikan kebersamaan dan keindahan saat bersua nantinya.

Tiga hari rencana berlangsung, masa itu kami pergunakan untuk saling contact antara satu dengan yang lain via SMS, Massangger dan WA. Waktu yang terbilang lama untuk saling menyapa dan memberi info tentang agenda yang direncanakan.

Singkat cerita, tibalah saat yang dinanti, Senin 11 Mei 2020 tepat pukul 17. 48 WIB, semua berkumpul di lokasi yang telah diagendakan. Saling menatap, mengejek, tertawa, berpelukan, dan rasa haru yang mendalam pun tertuang saat perjumpaan itu.  Dapat dibayangkan, perjumpaan kedua usai beberapa tahun silam menyisakan kenangan tersendiri,  waktu dimana wajah adalah sarang jerawat, warna favorit kulit adalah hitam, make up tebal, rambut jalur kiri jalur kanan, otak belum encer, perasaan yang kadang baper, dan perut yang sering laper saat berjumpa (agar bisa ditraktir gratis). Itu semua telah punah dan langka untuk dijumpai kembali saat ini.

Pembersihan ayam 


Hati senang Adzan berkumadang perut jadi kenyang. Pukul 18.00 menandakan waktu berbuka puasa telah tiba, semua berlomba mengambil air untuk berbuka, tak terkecuali aku.  Suasana makin riang, segelas air putih dan sebiji kue menjadi energi paling kuat untuk memberi tenaga saat bercerita. Pertemuan ini mengajarkan kita bahwa waktu sangat berharga.

Ayam bakar 4 ekor,  Kolak singkong, Es Teh,  beraneka kue,  Daun singkong rebus, dan makanan camilan kecil lainnya melengkapi obrolan kami.

Selepas mengisi asupan sederhana yang istimewa karena dibumbui kesersamaan, kami saling menayakan kabar dari teman-teman yang belum sempat hadir, namun kami yakin ketidakhadiran mereka bukan karena mereka lupa namun mereka memiliki kewajiban atas keluarga kecilnya, spontan pembahasan berlanjut dengan pertanyaan dari salah satu sahabat kami Sugianto, laki-laki 2 anak yang sukses dengan usahanya dan menjadi salah satu anggota BPD ini bertanya "kira-kira apa potensi yang bisa dikembangkan dari bidang kita? Serentak diam, ini menjadi pertanyaan luar biasa yang harus segera kita jawab dengan action nyata, (antara waktu tantangan dan petualangan).

Bakar ayam, Sugiyanto (Anggota BPD Desa Mpili) 


Waktu terus berlalu dan pembahasan makin tak terarah, ada yang bahas rumah tangga, ada yang bahas jodoh, ada yang bahas bisnis, dan masih banyak pembahasan lainnya.  Pertemuan itu merupakan satu forum tertinggi lintas rindu, apalagi dalam pertemuan ini diisi oleh kami yang telah berlalu masa remaja.

Pembahasan tak kunjung henti, suara kami pun tak lagi terbendung, semua dilalui dengan kebahagiaan, bagaimana tidak? pertemuan yang langka ini menjadi satu waktu khusus bagi kami untuk meluapkan semua rasa rindu antar sesama.



Menyinggung soal kedewasaan,dalam candaan kami,  aku sampaikan bahwa "Kedewasaan seseorang tidak bisa diukur dari umur," jelasku.

Kalimat ini menjadi cermin untuk kami semua bahwa belajar menjadi dewasa itu tidak ada batasnya, tidak mengenal ukuran badan bahkan usia sekalipun.

"Demi masa (waktu), Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (Qs. Al-`Asr 1-3).

Dalam Firman Allah SWT tersebut, dapat dipetik suatu penegasan bahwa waktu merupakan sesuatu yang paling berharga dalam rotasi kehidupan manusia. Kita diajarkan untuk menghargai waktu dan mempergunakan masa ini dengan sebaik_baiknya. (tercelup jua pesan keagamaan, sebab diantara kami adapula yang berlatar belakang keagamaan (S.Pd.I) Anwar dan termasuk pula aku.

Satu pesan yang begitu bermanfaat bahwa waktu adalah (emas), dia akan berharga sampai kapan dan dimanapun.

Donggo,  11 Mei 2020

Hardy Haryanto Yudha


Komentar

Postingan Populer