Hari Pendidikan Nasional, Bukti Perjuangan Para Pendahulu

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah dibanding dengan beberapa negara berkembang lainnya. Indonesia perlu belajar banyak tentang penerapan pola kurikulum yang memadai terhadap perkembangan dunia pendidikan. Kenapa tidak? Berangkat dari kesadaran ingin memperbaiki bangsa ini tentu bukan hal buruk jika indonesia mencoba belajar dari sekian negara yang tingkat perkembangan pendidikannya jauh lebih pesat perkembangannya misalanya negara bagian Eropa seperti Finlandia dan beberapa negara Asia lainnya seperti jepang dan singapura.

F/Hardy Haryanto Yudha 


Tepat pada hari Sabtu 02 Mei 2020, seluruh bangsa indonesia dengan ramah dan santun mencoba memberi salam hormat kepada para pendiri pendidikan di bangsa ini, seperti Ki Hajar Dewantara, yang memuat jargon, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberi dorongan, di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa, di depan memberi teladan). Selain itu, RA Kartini seorang tokoh pendidikan perempuan yang menjadi pengajar dimasanya, semangat RA Kartini tersebut menjadi panutan bagi kaum hawa belakangan ini, tokoh pendidikan lainnya seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Dua tokoh pendidikan dalam bidang agama yang tak kalah hebatnya, semangat mereka dalam mengajarkan ilmu agama melalui pesantren - pesantren membuat generasi bangsa ini menjadi generasi yang berakhlak dan beradab. 


Kekuatan semangat dan tekad mereka telah mampu memadukan pengetahuan bawaan manusia melalui implementasi yang tepat sasaran.
Ribuan manusia di negeri ini merayakan Hardiknas dengan berbagai macam kegiatan positif sebagai bentuk penghargaan kepada para pegiat pendidikan yang terdahulu.


Sebagai insan yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi individu masing_masing dan bangsa, maka tatkala aku pun ingin bersanding dengan ribuan manusia lainya yang berlomba-lomba memberi salam hormat pada pendidikan melalui media sosial seperti Facebook, Whatsapp, instagram, twitter, path dan berbagai media sosial lainnya.


Dalam kutipan postinganku, aku coba menggambarkan pendidikan kita di Indonesia dan seperti apa arah pendidikan ini ke depannya nanti.
"Indonesia adalah negara hebat, sebagai anak bangsa yang lahir di bumi pertiwi, maka aku ucapkan di hari bersejarah ini, bahwa pendidikan di indonesia akan berkembang sesuai harapan bilamana ia jauh dari unsur kepentingan individu," (hrdyudha28).


Bahasa yang simpel, namun mengandung makna yang mendalam. Suatu goresan tinta dengan harapan bahwa pendidikan di bangsa ini mesti terwujud dengan baik dan membanggakan. Bukan justru sebaliknya, semangat ingin mencerdaskan generasi bangsa telah pupus oleh karena individu-individu yang mementingkan pribadi masing - masing.


Bima 02 Mei 2020
Hrdyudha28

Komentar

Postingan Populer