Pendidikan Karakter, Modal Utama Capai Bangsa Bermartabat

Pendidikan karakter itu sangat penting bagi perkembangan nilai dan moral setiap individu manusia. Oleh karena itu hal ini sudah jauh sebelumnya diajarkan oleh Bapak Pendidikan bangsa kita yakni Ki Hajar Dewantara bahwa perilaku yang berasal dari pendidikan bangsa sesuai dengan ajaran Pancasila sebagai pedoman bangsa pastinya memberikan supply kepada pola pikir generasi muda bangsa sehingga dapat diarahkan sesuai dengan norma yang berlaku.

Ist/foto
Kota Tepian Air (Kota Bima) 


Margaretha chirld pernah mengatakan "perhatikan apa yang kita pikirkan karena itu akan keluar menjadi ucapan dan kata-kata, perhatikan apa yang kita ucapkan karena itu akan keluar menjadi tindakan atau action, perhatikan apa yang kita lakukan karena itu akan keluar menjadi kebiasaan (Habbits), perhatikan kebiasaan kita mulai dari mata tertutup hingga terbuka lagi, karena dia akan menjadi satu karakter kuat, perhatikan karakter kita karena demikianlah takdir kita"

Seperti yang dikutip dalam bukunya Edi Suparjan M. Pd., "Pendidikan Sejarah Untuk Membentuk Karakter Bangsa" beliau adalah salah satu dosen sejarah di STKIP TAMAN SISWA BIMA. 

Dalam bukunya ia menuliskan bahwa pendidikan karakter sebenarnya sudah berlaku lama dan telah mendarah daging pada setiap individu bangsa Indonesia. Maka dari itu Bapak Bangsa Ir. Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia merumuskan Pancasila sesuai dengan kepribadian dan karakter bangsa Indonesia sendiri.

Ada beberapa karakter bangsa Indonesia dari berbagai suku dan adat contohnya suku Jawa, Suku Bugis, dan Suku Bima. 

1. Suku Jawa biasa dikenal dengan karakter daerahnya dengan sebutan Tri Rahayu atau tiga kesejahteraan.
  • Ana dina,  ana upa,  orah obah,  orah mamah (Ada hari, ada nasi, tidak bergerak, tidak makan) maka sebagai manusia harus bekerja keras dan mendapatkan rezeki yang halal.
  • Cekelek iwake aja buthek ayune (Tangkaplah ikannya jangan keruh airnya). Kata ini memiliki  makna bahwa dalam bersikap harus penuh dengan hati-hati dan bijaksana dalam menetapkan suatu perkara demi menegakkan keadilan.
2. Suku Bugis  daerah di bagian Sulawesi yang memiliki karakter daerah yang kental pada suku ini biasanya lebih dikenal dengan sebutan (Pannganderreng).
  • Aju Malurueni riala parewa bola (Hanya Kayu yang lurus yang bisa dijadikan perangkat rumah hanya orang yang lurus yang bisa dijadikan pemimpin).
3. Suku Bima
Bima dikenal sebagai salah satu suku yang kental akan nilai religiusnya namun tak hanya itu nilai budaya begitu erat dan kental di wilayah ini sehingga masyarakat Bima menuangkan karakter tersebut dalam istilah Nggusu Waru ( Delapan Sifat). 

Dalam hal ini Nggusu artinya “Etika Kepemimpinan” sedangkan Waru artinya “Delapan” jadi Nggusu Waru yang sebenarnya adalah suatu sifat atau karakteristik yang dilahirkan dari setiap sosok dan menjadi alternative untuk diangkat dan dipilih menduduki sebuah system kepemimpinan yang ada di Tanah Bima (Dana Mbojo).

Oleh karena itu, penanaman karakter generasi selain dari mempelajari keadaan bangsa dan menjadikan pancasila sebagai falsafah bangsa,  maka tentunya generasi muda saat ini dan puluhan tahun ke depan, paatinya ada cara mudah yang mesti diterapkan yakni menjadikan karakter budaya pada setiap suku seperti yang dicantumkan pada pembahasan diatas sebagai landasan berpijak generasi bangsa. 

Komentar

Unknown mengatakan…
Mantap pembacaan saya makin liar ketika melihat narasi sahabat senior 👍
La Wunta mengatakan…
Teeima kasih.. Mudah2an pembacaan liarnya bisa ke segala penjuru dan dapat dijinakan kembali nantinya...

Postingan Populer