Terima Pasanganmu Apa Adanya, Jangan Memilih.

Perbincangan tentang jodoh tentu tak akan pernah putus atau hilang dari pikiran setiap manusia. Karena pada dasarnya menurut banyak kalangan, membicarakan jodoh adalah suatu hal yang lumrah. 

Kecenderungan sesorang membicangkan jodoh merupakan sebuah hasil manifestasi dari pikiran dan nafsu manusia yang membentuk suatu kesimpulan bahwa Ngobrol jodoh adalah kebutuhan.

 F/Ist/Google/ Dilan & Milea 1991

Sebagai manusia tentunya kita tak akan bisa pungkiri bahwa memilih pasangan adalah kebiasaan kita untuk mencari yang terbaik. Namun dibalik itu semua, memilih pasangan secara berlebihan dan memaksakan mencari pasangan sesuai kehendak kita. Kemungkinan besar hal itu akan menjerumuskan kita menjadi Jomblo tulen (tidak laku-laku).

Mulai sekarang berhentilah memilih, terima pasanganmu apa adanya, sebab cinta sejati itu akan tumbuh dan bertahan lama jikalau rasa cinta itu dibangun bukan dicari.

Dengar sahabat, suatu saat bukan yang kaya atau yang tampan yang dicari, melainkan yang baik dan yang tulus yang akan menyempurnakan hidupmu.

Sebagai pendamping hidup, tentunya kita saling melengkapi berharap agar dia dapat menuntun kita menuju ke jannahnya. Itu idaman setiap manusia yang memiliki sifat mau mendekatkan diri dengan yang kuasa.

Buang jauh-jauh sifat memilih, kalau benar engkau cinta dia atas ridho-Nya maka terimalah dirinya, namun kalau tidak ada keseimbangan cinta dalam dirimu terhadapnya maka tinggalkan. Sebab kalau tidak maka kamu secara tidak sengaja cenderung akan menyakitinya dengan berlaga pura-pura menjadi bidadari untuknya.

Dalam sebuah Kutipan Buku "Ijinkan Aku Menikah Tampa Pacaran" Karya Burhan Sodiq, Mengungkapkan Perahu cintanya harus berlabuh di pelabuhan yang benar dan tepat tujuan. Sebab manakala pelabuhan yang disinggahi bukan pelabuhan yang semestinya, maka perjalanan perahu itu akan merugi dan merugikan. Segala upaya sudah dikerahlan untuk membuat perahu terus berlayar, namun pada akhirnya ia berlabuh pada tempat yang salah. 

Kasihan sungguh kasihan.....!







Komentar