Terkadang Hidup Bahagia Bukan Dicari Tetapi di Bangun.
"Diamku adalah Lagu dan laparku adalah keelokan, dan didalam dahagaku ada air, di dalam kesadaranku ada kemabukan"
Kehidupan mengajarkan manusia mengerti akan pentingnya kebersamaan. Memperlakukan sesama makhluk tuhan dengan baik dan bijak memberi arti bahwa kepedulian antar sesama menjadi penawar agar hubungan horizontal manusia terhadap tuhan tetap terjaga.
Dikala kensunyian bertabur keheningan, situasi akan menjadi riang jika hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam tetap utuh dan menyatu.
F/Ist/ Mahasiswi STIT Sunan Giri Bima saat Berpose bersama usai ujian.
"Barangsiapa yang menanam maka ia yang akan memetik", sebuah kalimat sederhana penuh makna yang diungkapkan seorang gadis milenial, itu menjadi satu bentuk kekuatan agar manusia selalu berlaku baik (peduli).
Sementara itu, dalam satu waktu seorang gadis polos lain berusia 19 Tahun pernah mengungkapkan, Kebiasaan hubungan vertikal antara manusia dengan manusia lain, terkadang mewakili sifat manusia bahwa "Keras bukan berarti memukul, dan tegas bukan Berkata Kasar". Untaian kalimat tersebut mengajarkan manusia bahwa membuat manusia lain bahagia pasti ada hikmahnya.
Demi Meraih hidup bahagia adalah tujuan setiap manusia. Perjalanan manusia mengukir prestasi indah dalam hidupnya akan dilakoni manusia melalui berbagai cara, karena kebahagiaan sejati adalah impian semua umat. Sebuah kalimat motivasi hidup yang terlontarkan "Berjalanlah jangan berlari, karena hidup ini menceritakan tentang sebuah perjalanan bukan pelarian". Tentu sangat bijak jikalau kita mampu menjadi aktor dalam hidup, sebab setiap yang bahagia akan menggambarkan kententraman hidup.
Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa keberadaan manusia akan terasa ganjil jika hati dan jiwa dikelilingi sifat marah, ambisi yang tertanam dan emosi akan membara. kalimat ini dapat memberi gambaran, "Jika kamu mulai mudah tersinggung, marah, maka ada kemungkinan kamu akan menjalani hidup yang biasa saja setiap hari". Hal ini terlampau indah jika tersinggung dan marah tak lagi dikonsumsi oleh manusia.
F/Ist/ Mahasiswa STIT Saat Penggalangan Dana untuk Korban Banjir Labuan Bajo - NTT
Masih ingat tentang sejarah bani israil, hancurnya sebuah kehormatan seorang raja yang disebabkan oleh seorang wanita, terasa menikam melirik kata ini "Hati-hatilah pada dunia dan hatilah-hatilah pada wanita karena fitnah pertama pada bani israil adalah karena wanita", keberadaan wanita sangat berpengaruh pada kesuksesan dan kehancuran suatu negara. Oleh karena itu, demi menutup tulisan ini aku berpesan, kita adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, tentu membutuhkan bantuan orang lain karenanya mencari sahabat yang baik sebagai partner aktivitas kehidapan sehari-hari itu perlu.
"Sahabat itu seperti bintang kadang disiang hari ia tidak ada, namun pada malam hari ia akan selalu dirindukan".
Tulisan ini diangkat dari untaian kata motivasi beberapa putri-putri jannah yang penuh inspirasi.
Terima kasih untuk adinda : Ruwaidah, Nurhalifah, Erlisca, Sri Ayu, Susi susanti, Nuraini, Nurbaya, Nurismatika, dan Nurbaiti.


Komentar