BER PMII KARENA NIAT, TAK HANYA NUMPANG FOTO

Kampus adalah sebuah wadah bagi seseorang untuk belajar dan berkreasi demi mengasah keilmuan yang dimilikinya. Di kampus sendiri para mahasiswa-mahasiswi dengan berbagai latar belakang dan karakter mencoba berekspresi untuk menemukan siapa dirinya yang sebenarnya.

Tapi tak sedikit juga mereka yang benar-benar ingin mengenali dirinya serta apa potensi yang dimiliki sebenarnya. Dengan begitu tentu banyak cara yang kemudian ditempuh untuk mewujudkan itu semua. Salah satu diantaranya adalah berorganisasi.

Foto// Alumni PMII Tarbiyah STIT Sunan Giri Bima


Ya berorganisasi ! Sebuah langkah tepat yang sangat urgent dan harus ditempuh jika benar ingin menjadi pribadi berbeda dari yang lainnya. mahasiswa membutuhkan sebuah wadah organisasi untuk bisa merealisasikan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai agent of change. Dan ini tentu akan terbentuk manakala seseorang berorganisasi karena Nawwaitu (niat).

Kini banyak contoh yang dapat dijadikan motivasi hidup bagi para anggota dan kader pada sebuah organisasi. Sebut saja Mantan Ketua PB PMII Masa Khidma8t 2014 - 2016  sahabat Aminuddin Ma'ruf yang diusung oleh PMII Cabang Jakarta Timur dan terpilih memimpin PMII dalam Kongres di Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014 beberapa tahun yang lalu. 

Keseriusannya dalam berorganisasi menghantarkan dirinya menjadi orang nomor satu di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pada masa itu, hingga kini pun beliau telah dipercayakan oleh Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo untuk menjadi staf khusus di Istana Negara.

Contoh lain, Hj, Khofifah Indar Parawansa mantan Ketua Umum Kopri PB PMII Dimasa Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII Iqbal Assegaf periode 1988-1991. beliau kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada Pilgub 2018 lalu. Dan masih banyak alumni - alumni hebat lainnya yang dilahirkan oleh wadah pergerakan ini. Tentu keberadaan mereka menjadi motivasi besar bagi anggota dan kader PMII di bangsa ini untuk lebih giat dan ikhlas mengurusi organisasi yang berideologikan Ahllusunnah Wal Jamaah ini.

Banyak jalan yang kadang mereka tempuh untuk menggali potensi tersebut, kadang kita melihat ada banyak sosok mahasiswa yang bersikap acuh tak acuh terhadap potensi yang dimiliknya, yang kadang menganggap bahwa mengenali jati diri itu bukan bagian dari sebuah perjuangan hidup.

Namun kini terjadi pengaruh besar dengan keberadaan tekhnologi yang serba canggih saat ini. Dapat kita lihat banyak kader pergerakan yang hanya numpang nama dan foto dengan mengandalkan almamater dan Gordo PMII. Hal itu agar terlihat identitas pergerakannya. 

Foto Bersama Anggota dan Kader PMII Komisariat Tarbiyah STIT Sunan Giri Bima, usai Konfercab di Aula Paruga Na,e Kota Bima. 


Bagaimana tidak media sosial diramaikan dengan postingan yang berlatarkan biru kuning tersebut dengan hastag #Salampergerakan. Akan tetapi kepedulian mengurusi organisasi besar ini hanya terlihat lewat postingan media sosial saja tetapi tidak di dunia nyata atau bahasa gaulnya muncul disaat berkeinginan saja.

Oleh karena itu, sebagai anggota dan kader yang militan tentu kita harus banyak mengetahui keunggulan dari organisasi yang kita cintai. Hal ini merupakan langkah agar kita semua tetap konsisten berada di jalan aswaja dan tidak memandang rendah wadah pergerakan ini.

Untuk diketahui bahwa  PMII merupakan organisasi yang memiliki kajian ilmu cukup luas dan mendalam. Ia mengkaji tentang apa itu Kemahasiswaan, Keislaman, Keindonesiaan, dan banyak ilmu lainnya Sehingga ketika kita berada dimanapun kita mampu menjadi sosok yang disegani serta memberi sumbangsih pikiran kepada sesama atau mahasiswa lainnya.

"Berkata baik atau DIAM, jika kata tak lagi bermakna maka diam lebih bermakna," (hardy)

Bima, 9 Juni 2021
Penulis


Hardy Haryanto Yudha


Komentar

Postingan Populer