Apa Makna Di Balik Angka (17) April 2019
Kota Bima, SGB.- Angka 17 (dibaca tujuh belas) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli di antara 16 dan 18. Angka ini ditakuti oleh Penderita Heptakaidekafobia. (Wikipedia).
Uraian singkat Tanggal 17 April 2019 yaitu :
® Tanggal (17) April 2019 adalah masa Pemilu serentak.
Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Pemilu DPR dan pemerintah menyepakati Pemilu 2019 dilaksanakan pada Rabu 17 April 2019.
Kesepakatan soal jadwal pemilu serentak antara pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden itu dicapai setelah Komisi II DPR berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Beberapa alasan disepakatinya tanggal 17 April 2019 adalah :
*Pertama hari Rabu secara implisit disepakati sebagai harinya pemilu di Indonesia, sehingga semua proses pemilu termasuk pilkada konsisten dilaksanakan pada hari Rabu.
Pertimbangan praktisnya adalah hari Rabu dianggap sebagai hari yang paling rasional untuk menghindari kecilnya partisipasi pemilih.Kalau pemilu dilaksanakan pada hari lain seperti Kamis dan Jumat maka kecenderungannya pemilu akan dijadikan liburan panjang oleh pemilih sehingga menggunakannya untuk liburan akhir pekan.
*Kedua, dipilih tanggal 17, karena pertimbangan tidak ada pasangan calon presiden maupun partai yang mendapat nomor urut 17.
®Tanggal (17 April 1960 - 2019) adalah Hari Kelahiran Salah satu Organisasi Islam Besar di Indonesia yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ke-58.
Lahirnya PMII
Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja).
Sebelum berdirinya PMII, sudah ada organisasi mahasiswa Nahdliyin, namun masih bersifat lokal. Organisasi itu diantaranya Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) berdiri pada Desember 1955 di Jakarta.
Di Surakarta dirikan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) pada tahun yang sama. Kemudian berdiri juga Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PMNU) di Bandung. Selain organisasi tersebut, ada pula mahasiswa Nahdliyin yang tergabung pada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang terwadahi pada departemen perguruan tinggi.
Adanya berbegai macam organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama ternyata tidak mampu membendung hasrat untuk berdirinya organisasi mahasiswa nahdliyin secara nasional.
Hal itu terbukti pada Konferensi Besar IPNU pada tanggal 14-17 Maret 1960 di Kaliurang Yogyakarta disepakati untuk berdirinya organisasi kemahasiswaan Nahdliyin.
Kemudian dibentuklah panitia sponsor berdirinya organisasi mahasiswa Nahdliyin yang berjumlah 13 orang mahasiswa NU dari berbagai daerah.
Ketiga belas panitia tersebut kemudian mengadakan pertemuan yang disebut dengan Musyawarah Mahasiswa NU. Pertemuan tersebut diselenggarakan pada tanggal 14-16 April 1960 di Gedung Madrasah Muallimin Nahdlatul Ulama (Gedung Yayasan Khadijah) Wonokromo Surabaya.
Selanjutnya hasil musyawarah tersebut diumumkan di Balai Pemuda pada tanggal 21 Syawal 1379 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 17 April 1960. Maka mulai saat itulah PMII berdiri dan tanggal 17 April 1960 dinyatakan sebagai hari jadi PMII yang diperingati dengan istilah Hari lahir (Harlah).
®Tanggal (17) April 2019 adalah Hari dimana saya akan Bayar Kos 😅😅
Mohon Maaf, tanggal 17 ini saya tak tau kenapa harus masuk nge-kos harus tanggal ini.
Hhy 28

Komentar