Ilmu Pengetahuan Adalah Jalan Agar Manusia Tak Jadi Budak Penguasa


Bima, SGB.- Perkembangan ilmu pengetahuan di Abad 21 M sangat berkembang pesat. Keberadaan teknologi dibeberapa negara besar di Benua Eropa (Amerika, Rusia Inggris, Jerman) dan  Asia (Jepang, China, Korea Selatan & Utara) sangatlah canggih dan berpengaruh.

Keberadaan benda yang serba canggih tersebut menjadi bagian terpenting bagi dunia dan tolak ukur kehidupan serta menjadi kebutuhan pokok isi planet bumi ini. 

Sejak perang Dunia I & Perang Dunia II berakhir, Penghuni Bumi (Manusia) menjadi ganas dan serakah, bagaimana tidak ? Keberadaan manusia telah merubah peradaban jaman dan mampu menjadikan isi bumi ini sebagai budak ala RODI (Kerja Paksa Tanpa Upah).

Kehebatan itu sebagian besar hanya dimiliki oleh penjaga bumi bagian barat (Eropa) sementara penghuni bumi bagian timur (Indonesia dan sekitarnya) hanya dijadikan bak gudang penyimpanan barang bekas.





                        Hardy Haryanto Yudha

Melirik indonesia dalam menjawab tantangan jaman.

Di sektor pendidikan indonesia masih berada di bawah dengan peringkat kualitas sistem pendidikan di Indonesia berada di urutan ke-131 pada negara yang sangat memprihatinkan sektor pendidikan dengan skor 4,3. Tentu ini sangat tidak bagus buat perkembangan pengetahuan generasi pribumi.

Demikian sektor pendidikan di Indonesia, namun Bangsa ini adalah negeri kaya raya, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman (Lirik Lagu Koes Plus). Indonesia adalah negara dengan istilah penyebutan Multi Julukan. Hal dasar dalam membuktikan yang dimaksud itu adalah :

1. Zamrud Khatulistiwa
Julukan ini diberikan dunia kepada Indonesia karena letak geografis Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dengan penampakan alam yang sangat hijau seperti zamrud.

2. Nusantara (Kiblat) 
Ini adalah julukan yang disematkan oleh Kerajaan Majapahit terhadap wilayah Indonesia dari Sumatra sampai Papua dalam literatur bahasa Jawa. Selain itu, Thailand juga menyebut Indonesia dengan julukan Nusantara merunut pada sejarah kerajaan Majapahit dulu.

3. Negara Agraris
Julukan ini mengacu pada kenyataan bahwa lahan pertanian Indonesia sangat luas dengan sebagian besar mata pencaharian penduduk kita sebagai petani.

4. Negara Maritim
Julukan ini mengacu pada kenyataan perairan Indonesia yang luas.

5. Negara nyiur
Julukan ini disematkan karena Indonesia adalah negara maritim yang otomatis ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa

6. Negara seribu candi
Julukan Negara Seribu Candi diberikan dunia kepada Indonesia berawal dari dipilihnya Candi Borobudur yang pernah menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia.

7. Negara Seribu Pulau
Julukan ini diberikan melihat Indonesia terdiri dari ribuan pulau sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia.

8. Negara Megabioversitas
Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena para peneliti dunia kagum akan keanekaragaman Flora dan Fauna yang ada termasuk spesies purba dan spesies langka di Indonesia seperti Komodo, Anggrek Hitam dan Raflessia Arnoldi.

9. Garuda
Julukan ini mengacu pada simbol negara Indonesia Garuda Pancasila.

10. Heaven Earth (Keindahan Indonesia) 
Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena banyak negara dunia iri dengan kekayaan alam Indonesia yang subur dengan hasil bumi yang melimpah dan pemandangan yang memanjakan mata.

11. Paru-paru dunia adalah Hutan Indonesia.

Julukan ini beberapa kali disematkan oleh AS dan Singapura "melihat pulau Kalimantan sebagai hutan yang harus dilindungi karena berfungsi sebagai penopang paru-paru dunia. 

12. Macan Asia Tertidur
Julukan aslinya adalah Macan Asia. Tapi julukan ini berubah menjadi Macan Asia yang tertidur pada era modern. Ini julukan yang diberikan oleh negara-negara Asia terhadap Indonesia karena Indonesia diakui memiliki potensi menjadi sebuah negeri adidaya.
(Sumber BeritaJadi.com)

Kehebatan ini menjadi pondasi dasar bagi generasi milenial indonesia mengelola julukan tersebut sebagai ujung tombak menggerakan adanya peradaban baru untuk bangsa ini.

Pandangan Mukhotim El-Moekry dalam bukunya Reformasi Intelektual "Kita ini Khalifah Bukan Budak Penguasa". Menjadi sebuah kultur manusia dimana ia tinggal seringkali menggiring dirinya pada pola pikir yang keliru. Hal itu dinilai dari sikap manusia yang tidak memahami kodratnya sebagai khalifah dibumi. Dalam QS. Al-Baqarah : 30

Tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat sesungguhnya aku akan menjadikan khalifah dimuka bumi, serempak malaikat protes : mengapa engkau menjadikan manusia di muka bumi yang membuat kerusakan dan pertumpahan darah?  Sedangkan kami bertasbih, bertahmid,, dan mensucikan Kepada-Mu? Allah menjawab : Aku lebih mengetahui apa yang kalian tak mengetahuinya" (QS. Al Baqarah : 30).

Pengetahuan yang berkembang akan mampu meretas masalah negeri seribu julukan ini menjadi negara hebat (Maju) dalam berbagai sektor. Oleh karena itu peran penting generasi muda dalam mencetuskan ide dan gagasan baru menjadi senjata untuk mengembangkan negara besar ini.

Kalau kita cinta negeri ini, maka mari Jawab tantangan itu secara bersama


"Telur Hari ini lebih baik daripada ayam hari esok"

Kota Bima, 26 Maret 2019


Komentar