MENUNTUT ILMU DI NEGERI ISLAMI KECIL YANG TERTUA


Menuntut Ilmu 

Menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat manusia, dimulai dari kalangan bawah (Muda/Miskin), hingga kalangan paling tertinggi (Dewasa/Kaya).

Ilmu Pengetahuan adalah satu senjata dasar bagi siapapun untuk dijadikan petunjuk dalam mengarungi jalan kehidupannya diatas planet bumi ini.
 Salah satu hal yang mendukung bahwa menuntut ilmu itu penting telah tertera dalam ayat Al-Quran (QS. Mujaddilah : 11 ).

 "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Q.s. Al-Mujadalah : 11).

Ayat itu menjadi salah satu penguat bagi umat muslim untuk benar-benar harus memiliki ilmu pengetahuan. Hal itu didukung oleh para pemikir islam besar dunia yang ilmu pengetahuannya tak mampu kita sandingkan dengan pengetahuan minim yang kita miliki, seperti halnya :

Ibnu Haitham (965_1040) merupakan ilmuwan Irak yang ahli di bidang matematika. Ia dikenal sebagai pendiri optik modern. Ibnu Haitahm berhasil membedah konsep cahaya.

Ibnu Khaldun (1332-1406) ialah ilmuwan dari Tunisia yang dikenal sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi.

Imam Hanafi, Beliau termasuk ulama yang cerdas, pengasih dan ahli tahajud dan fasih membaca Al-Qur’an.  

Al-Imam Maliki bin Anas Al-Ashbahy. Ia dilahirkan di Madinah pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 179 H. Beliau sebagai ahli hadits di Madinah dimana Rasulullah SAW hidup di kota tersebut.  

Imam Asy-Syafi,i, Beliau berikhtiar menyatukan madzhab terpadu yaitu madzhab hadits dan madzhab qiyas. Itulah keistimewaan madzhab Syafi’i.

Imam Hanbali, Beliau adalah murid Imam Syafi’i yang paling istimewa dan tidak pernah pisah sampai Imam Syafi’i pergi ke Mesir. Ia adalah salah satu ahli hadist. Dan beberapa pakar-pakar islam hebat lainnya yang ilmu pengetahuannya sangat luar biasa.

Dalam Hadis Rasulullah SAW juga menyampaikan pentingnya menuntut ilmu bagi manusia. Sebab melalui suatu pemahaman dari ilmu yang digapai tersebut akan menjelaskan arah suatu jalan kebenaran (At-Taqwa) maupun jalan keburukan (Al-Fujjur) bagi manusia.

 ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmidzi).

STIT Sunan Giri Bima 

STIT Sunan Giri Bima merupakan salah satu Kampus Islam Tertua di Kota Bima Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta ini sekarang dikenal dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta yang sedang berkembang di Kota Bima saat ini didirikan pada tahun 1971 dan telah berhasil mencetak alumni-alumni yang sudah tersebar di setiap instansi yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima, Flores, Lombok, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa wilayah yang ada di Indonesia. 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang telah mencetak ilmuan-ilmuan hebat. STIT Sunan Giri Bima telah ikut berperan dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan dan pembangunan yang ada di Kota Bima maupun Kabupaten Bima.

Sejarah berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima adalah Perguruan Tinggi ini pada mulanya dikenal dengan Fakultas Tarbiyah Universitas Sunan Giri Bima, merupakan Cabang dari Universitas Sunan Giri Malang.

Ketua Lembaga STIT Sunan Giri Bima Dr.Syukri Abubakar M.Ag, sering mengungkapkan dalam beberapa soaialisasi yang diadakan, bahwa STIT Sunan Giri Bima sekarang berada pada tahapan perkembangan menuju kampus yang handal dan berkarakter islami. Hal itu dapat dinilai dari beberapa program unggulan kampus yang telah berjalan hampir satu tahun belakangan ini.

"Kampus STIT saat ini sudah berbeda dengan sebelumnya, karena saat ini telah menjalankan beberapa program unggulan yang dapat mencetak mahasiswa untuk siap bersaing dengan alumni kampus lain di dunia kerja," ujar Syukri Abubakar, Usai Shalat Jum'at di Masjid Nurul Yaqin Sakoa Sampungu-Soromandi. Jumat (22/3).

Perguruan Tinggi yang terletak di Belakang Dinas Perpustakaan Kota Bima (Jln. Sukun Karara No. 03) ini menyediakan beberapa fasilitas dan program unggulan yang siap untuk mendukung kelancaran bagi para mahasiswa dalam menekuni ilmu pengetahuan didalamnya.

STIT Sunan Giri Bima saat ini menyediakan Dua Program Studi (Prodi), Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Menyusul itu, Dr. Syukri juga menyampaikan hal lain sebagai penunjang keunggulan STIT Sunan Giri Bima.

Ada beberapa program unggulan yang disediakan seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Tahfiz, Tilawah, Khattil Qur’an, Marawis, serta Bimbingan Belajar Aksara Bima dan Arab Melayu.

Sementara untuk fasilitas unggulan lainnya adalah memberikan kemudahan bagi mahasiswa dengan menyiapkan asrama gratis.

“Selain program unggulan, kampus STIT Sunan Giri Bima yakni memfasilitasi mahasiswa-mahasiswi asrama gratis guna memudahkan mereka belajar tanpa membebani orang tuanya untuk biaya tempat tinggal,”ungkap Syukri Abubakar.

Kampus STIT Menyediakan apa yang dibutuhkan mahasiswa/i, oleh karena itu lekaslah bergabung dan mendaftar bersama kami di Perguruan Tinggi STIT Sunan Giri Bima.

Tunggu apalagi, Yuuk segera mendaftar...!

Kota Bima, 23 Maret 2019

Komentar

Postingan Populer