BAGAIMANA SEHARUSNYA MEMBACA DAN MENULIS ?
Ciri utama bahasa manusia adalah kreatif. Bahwasanya setiap kali kita berbahasa, sebenarnya kita berkreasi memakai kosa kata, frase, klausa, dan kalimat baru. Tidak pernah satu kalimat diucapkan sama oleh seorang penutur. Selalu ada kreasi. Larangan berbicara, mematikan kreativitas dan bertentangan dengan naluri manusia. Membaca dan dan menulis sama - sama merupakan keterampilan berbahasa, namun menyiratkan kadar intelektual yang berbeda. Hampir dipastikan, semua yang berpendidikan mampu membaca. Tapi hanya sebagian besar dari yang gemar menulis. Dengan kata lain, kegiatan menulis merupakan cerminan kreatif intelektual, sedangkan membaca adalah sebagai cerminan intelektual saja.
![]() |
| Ist. -ilustrasi |
Berbagai penelitian terkait menunjukkan bahwa mereka yang mampu menulis adalah mereka yang memiliki layar belakang sebagai berikut : dirumahnya banyak bacaan, dan banyak atau gemar membaca.
Diketahui pula bahwa kegiatan membaca sastra lebih berkontribusi terhadap kemampuan menulis daripada pengajaran tata bahasa. Dari literatur pun kita maklum bahwa negara maju dicirikan antara lain oleh banyaknya publikasi buku, jurnal, koran dan barang cetak lainnya.
Berdasarkan paparan diatas, menulis dapat diajarkan sebagai alat untuk melatih berpikir kritis dan kreatif. Mengapa? Menulis merupakan satu modis pengorganisasian makna - makna. Bagian - bagian teks dihubungkan satu sama lain. Didalamnya terlibat kepaduan (kohesi), struktur proposisi, dan urutan jalan pikiran. Didalamnya ada proses psikolinguistik yaitu sejumplah keputusan yang mesti diambil dalam menentukan gagasan yang harus diimplisitkan atau dieksplisitkan. Dijadikan kalimat inti atau penunjang. Karakteristik dalam proses psikolinguistik dari menulis tersebut diatas, sebaiknya dicermati betul oleh para pengajar bahasa khususnya dalam pengajaran.
Sekian...!











Komentar