KAMPOENG LAHILA DALAM SESUATU
Ada yang datang, di panggil dengan naluri, semua mengerti dengan apa yang terjadi tetapi banyak juga yang lupa dengan yang sudah terjadi mungkin mereka lupa atau mungkin tidak tahu sama sekali. Ada yang menghalangi jalannya, lalai akan kesadaran lalu pada suatu masa akan ada yang mengingatkannya.
Banyak yang tertawa, ada yang murung, ada pula yang tidak mengerti dengan apa yang ada. Ada asap _ asap yang terbang, sebagiannya berjalan dengan damai, ada yang menggunakan topi berwarna cokelat, menggunakan tas samping di bahu sembari memainkan gitar bak penyanyi legendaris Iwan Fals dengan nada dan syair - syairnya yang mencekam kalbu. Yang sebelahnya melihatnya dengan diam mungkin berpikir sedang berjalan di surga.
Itu adalah biasa dalam sesuatu, tetapi bisa istimewa dengan sesuatu. Tidak dengan demikian saja, Secangkir kopi Kapal Api Panas, menemani untaian suara gitarnya. Lagu Hilang dari Justin Aldrin menjadi penikmat di kala sore itu, seolah menekankan bahwa ada yang telah terkikis dari kesempurnaan sebelumnya.
![]() |
| Foto // Gizan Hila (Facebook) |
Lalu bagaimana bisa mengurai apa yang sedang terjadi atau mungkin yang telah berlalu,? mungkin ia seorang penyanyi "dia jauh lebih hebat dari yang se - generasinya" Bukan, ia tidak apa - apa dibandingkan dengan
Tempat ini mengajarkan banyak hal, kunci dari banyaknya pintu ke "surga" atau mungkin "neraka" berbahasa langsung tanpa perantara apa dan siapa. Bagaimana kamu bisa mengerti? Inilah jalan Tuhan yang sesungguhnya. Kadang terpanggil dengan jalan yang di duga kadang pula jalan yang tidak semua orang dapat melewatinya.
Kampoeng Lahila ada dalam sesuatu.











Komentar