SEROTINUS ATAU NCEWI WURA ( LEBIH BULAN )

NCEWI WURA ( LEBIH BULAN ) DALAM ISTILAH MEDIS SEROTINUS / USIA KANDUNGAN LEBIH BULAN

Hallo bunda, pernah dengar ibu hamil lebih bulan ? Mungkin pernah dan bahkan mengalaminya bagi para ibu hamil. Nah kalau di kabupaten Bima dikenal dengan istilah NCEWI WURA sedangkan dalam medis disebut SEROTINUS. 

SEROTINUS adalah kehamilan yang usia kandungannya lebih dari 42 Minggu atau 9 bulan 10 hari.

Nah, di Bima sering terjadi selisih paham, ketika ada yang usia kandungannya lebih dari 9 bulan 10 hari ( 10 bulan ) cenderung dianggap sebagai prediksi gender bahwa kehamilan 10 bulan dianggap berjenis kelamin lelaki sedangkan yang 9 bulan dianggap sebaliknya.


Bersama Ibu Hamil
Foto // Leny Lestari S. Keb bersama ibu hamil

Padahal jika usia kandungan sudah mencapai 10 bulan sama dengan 43 Minggu 5 hari artinya sudah lebih 1 Minggu 5 hari dari batas kehamilan normal ( post term ). Namun pada masyarakat umumnya menganggap hal biasa bahkan ketika diingatkan untuk USG / untuk segera cek kehamilan di dokter kandungan mereka berceletuk, ( Ain dahu ibu, na'e lokore baena nggana ba ngena waktu ndainampa losa kainare, biasampa ana monena," (jangan khawatir bu, hanya tunggu waktunya saja itu, biasa anak laki - laki memang lama) 

atau " na'e lokore baena nggana ibue, tiloana ngge'e dei loko dou na losa rakas waktunya biasampa ana mone," (Hamil pasangannya melahirkan tidak mungkin selamanya bayi tinggal dalam kandungan, tunggu saja, kalau sudah waktunya pasti melahirkan, biasa anak laki-laki). Dengan demikian tentu ini pandangan yang sangat keliru.

Perlu diketahui bahwa usia kehamilan normal ( aterm ) yaitu 37_40 Minggu terhitung dari HPHT ( Hari Pertama Haid Terakhir ) dan dibagi menjadi tiga rimester, yaitu : di Trimester awal 1 sampai 13 Minggu, Trimester dua 14 sampai 27 Minggu, dan Trimester ketiga 28 sampai 40 Minggu dan merupakan fase terakhir kehamilan. Namun tidak jarang didapati ibu hamil post term usia kehamilan 40 sampai 42 Minggu. 

Trimester kesatu sampai Trimester Ketiga

Selain itu, hal ini bisa terjadi oleh sebab beberapa hal antara lain :

1. Kesahan menghitung HPHT ( hari pertama haid terakhir )

2. Kehamilan anak pertama

3. Obesitas

4. Genetik 

5. Riwayat kehamilan post term sebelumnya.

 Kehamilan post term ini sendiri beresiko terhadap terjadinya makrosemia, bayi lahir mati, aspirasi mekonia dan dismatir janin. Namun bunda jangan khawatir jika bunda mengalami kehamilan post matur segeralah konsultasi ke tenaga medis bidan dan ikuti anjuran dokter kandungan, sebab jika kondisi ibu dan janin baik maka dokter akan menganjurkan untuk menunggu tanda- tanda persalinan normal. 

Sehingga jika tidak ada tanda-tanda persalinan normal dan usia kehamilan sudah melewati 42 Minggu ( 43 Minggu / 10 bln ) maka harus waspada dan segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk segera diambil tindakan.

Semoga bermanfa'at..! 


Oleh ; Leny Lestari, S. Keb


Komentar

Postingan Populer